Solusi verifikasi PayPal dengan VCC murah Indonesia expired 1 tahun

Tampilkan postingan dengan label Budaya : Koreografer Tiga Negara Tampil di Riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya : Koreografer Tiga Negara Tampil di Riau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2009

Analisis Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Analisis Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu lainnya, yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio:sosial, logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial. Pengertian lebih lanjut tentang ilmu sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk menanggapi masalah-masalah sosial, sedangkan ilmu budaya adalah ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya, mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya.

Secara umum dapat dikatakan ilmu sosial dan budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”.

Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.

Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang asal mula ilmu sosial dan budaya dasar, perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1.Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.
Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi.

2.Ilmu-ilmu sosial ( social scince ). Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil pengkajian ini lebih bersifat kualitatif, sebab hal ini menyangkut pola perilaku dan tingkah laku manusia di masyarakat yang cenderung berubah-ubah.

3.Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll.

Sedangkan ilmu sosial dan budaya dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain ISBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan sosial budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah sosial manusia di masyarakat dalam tingkah lakunya dalam kehidupan dan kebudayaan yang menyertainya.

Ilmu sosial dan budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu sosial dan budaya dasar bukan hanya ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaannya.

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ISBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2.Hakikat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah ISBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam ilmu sosial dan budaya dasar ini.

DAFTAR PUSTAKA

Asih. Materi lengkap Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Sumber http://www.ziddu.com/download/2453324/MateriIBD.pdf.html diunduh pada Sabtu, 26 September 2009 pukul 17.08.
Sofa, Muhaddar. Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar. Sumber : http://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar.html diunduh pada Sabtu, 26 September 2009 pukul 17.24.
Sofa, Muhaddar. Kajian Sosiologi dan Interaksi Sosial. Sumber : http://massofa.wordpress.com/2008/02/06/bidang-kajian-sosiologi-dan-interaksi-sosial.html diunduh pada Sabtu, 26 September 2009 pukul 17.27
Continue Reading...

Senin, 07 Desember 2009

Puisi Slamet Rahardjo Rais

Puisi Slamet Rahardjo Rais
Prosesi Senja

catatan atas masjid tua di Cijantung, geletarku

tak ada kesepakatan yang perlu dirundingkan

sepasang mata-sepasang mata sigap

beriringan sampai kepada dzikir lampu

bahkan menjemput dalam kerinduan

"Assalamu'alaikum, semuanya saling bersaudara

memeliharakan kebun mawar milik kita!"


maka sunyi membuka senja

catatan menjaga luka


coba dengar baik-baik suara

menggali seribu yang bertasbih

dalam kemuliaan

sedikit pun tak merasa sebagai orang asing

seketika Qobil terbunuh tanpa dibunuh
*1998/2000


Ketika Anak-Anak Berangkat Mengaji

sebenarnya senja saat itu milikmu juga

peluk dan segera jemput

ruang tunggu dengan menghiasinya melalui

suara anak-anak berangkat mengaji]

warna yang menggoda


sekarang milik siapa pintu jendela rumah

ketika membaca cahaya di matanya

anak-anak bagian dari kalimat

yang dilisankan dalam isyarat

membersihkan atau memberi buram lonceng bergetar


maka bergeser menuliskan setiap sudut tertangkap

menghidupkan seluruh sujud yang terdampar

nyanyian anak-anak suaranya

menjadi warna langit menjelang maghrib tiba

akhirnya menjelaskan tentang mulut dan tangan:

Senantiasa


Gelagat Penjernihan Jiwa


bersiasat saja terhadap waktu yang terperangkap letak

seribu letak memang sudah berdiri lama

sampai kepada kalkulasi-kalkulasi terjal

bisikan yang tergiring dimana sebenarnya tempat bersipuh

terserah ketika maghrib tempat bertujuan

adalah keriduan telah mencapai gerbang kebun bunga

warna yang mengesankan cukup membasah

terhadap setiap yang berjelajah bagi kehendak


sejumlah keinginan seribu kali harus dibujuk

melalui senja segera tiba

ketika membebaskan seluruh lelah dan lesu mimpi buruk


bersyukur juga sebab waktu tak pernah melupakan

beban kepak sayap yang terluka

diberikanlah sejumlah jamuan pesta

memperlihatkannya sebagai yang mengampunkan

setiap saat dalam bentuk sujud yang merebah

sampai kepada kekuatan peluk penyatuan diri

menjelang tanda-tanda malam

menjadi milik siapa pun yang keras memintanya.

*Ramadhan, 2001


Catatan Yang Dituliskan Atas Kematian

angin yang memberiku sebuah upacara

derai batang cemara menyendiri

dalam birahi

memeluk kerinduan ibu kandung suara


saat memiliki upacara dalam diam

dan kehilangan

saksi paling dalam menupuknya air mata

tangis yang tertahan

menggenapkan hitungan


sudah jelas ayat-ayat yang dituliskan

sebagai api terhadap nyala

sekarang masjid miliknya ditutup kembali

menunggu sebuah kesempurnaan


upacara selesai sudah suara berbincang

kembali riuh

tak lagi nyayian kamboja


orang-orang pulang. sekali lagi

memetik nyala upcara

tetapi sulit membacanya kembali

sebab mereka telah kembali

sebab mereka telah kembali menjadi batu


98/2000


*Sumber : http://www.pelita.or.id/baca.php?id=27
Continue Reading...

Budaya : Koreografer Tiga Negara Tampil di Riau

Koreografer Tiga Negara Tampil di Riau
Sebanyak 23 orang koreografer (penata tari) asal Indonesia, Amerika Serikat dan Malaysia berencana mempertunjukkan kebolehan mereka dalam "Pasar Tari Kotemporer" yang diselenggarakan Pusat Latihan Tari Laksamana Pekanbaru. Ketua Panitia Pelaksana, Iwan Irawan di Pekanbaru, menyatakan, helat tersebut akan digelar selama tiga hari (19-21 September 2002) dipusatkan di Bangsal Kiambang, Kompleks Dewan Kesenian Riau (DKR) di Pekanbaru.

"Pasar Tari Kotemporer" ketiga setelah pelaksanaan serupa tahun 1997 dan 1999, sebagai wujud cita-cita menjadikan Pekanbaru sebagai pusat tari kotemporer di Sumatera. Bersamaan gelar tersebut lanjutnya, panitia juga menyelenggarakan sarasehan yang menampilkan para pengamat tari ternama Indonesia yakni Tom Ibnur (Jakarta), S. Tri Sakto (Jakarta) dan Ben M Pasaribu (Medan).

Dijelaskannya, sarasehan ini bisa diikuti siapapun yang berminat, acaranya tidak terlalu formal, karena mungkin tempatnya di alam atau ruang terbuka. Ke 23 tokoh koreografer yang sudah dipastikan kehadirannya adalah, tiga dari luar negeri masing-masing Polly Motley (AS), Rachael Scot Crefod (AS), Jois Eslim (Malaysia). Dari Jawa terdiri Eko Supriyanto (Solo), Bimo (Jogjakarta), Sutopo (Jogjakarta), dan Elfindra (Jogjakarta).

Koreografer asal Sumatera terdiri tiga dari Padang yakni Eri Mepri, Indrayuda dan Erwanto (Padang); tiga dari Medan yakni Iskandar Muda, Susi F Rangkuti dan M. Suarsono ; satu dari Bengkulu yakni Intan HS. Utusan dari Provinsi Riau sendiri terdiri Faisal Amri (Batam), M. Zakir (Kepulauan Riau), Syafrinaldi (Tembilahan), dan tuan rumah Pekanbaru diwakili lima orang yakni Iwan Irawan, Irvan Nur, Sunardi, Dunny S dan Vivin.

*Sumber : http://www.pelita.or.id/baca.php?id=1119
Continue Reading...
 

Blogroll

Site Info

Text

Artikel Internet I Artikel Budaya I Artikel Online Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template